Dilakukan 10 Hari Terakhir

Jam Berapa Sebaiknya Mulai Iktikaf di Masjid

Ilustrasi Iktikaf

JAKARTA--(KIBLATRIAU.COM)-- Iktikaf artinya berdiam diri di masjid disertai dengan niat. Iktikaf bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah.Biasanya, iktikaf dikerjakan pada 10 malam terakhir Ramadan. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi SAW, beliau bersabda:"Siapa yang ingin melakukan iktikaf bersamaku, hendaknya dia melakukannya pada 10 hari terakhir (dari bulan Ramadan)." (HR Bukhari).

Terkait iktikaf dijelaskan dalam surah Al Baqarah ayat 187. Allah SWT berfirman,

ثُمَّ أَتِمُّوا۟ ٱلصِّيَامَ إِلَى ٱلَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَٰشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَٰكِفُونَ فِى ٱلْمَسَٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ ءَايَٰتِهِۦ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ ...

Artinya: "... Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beriktikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa."Dinukil dari kitab Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid Jilid 1 susunan Ibnu Rusyd yang diterjemahkan Al Mas'udah, tidak ada batasan waktu terkait pelaksanaan iktikaf. Hal ini sesuai dengan pendapat jumhur ulama.

Adapun, terkait keutamaan iktikaf pada 10 malam terakhir Ramadan mengacu pada hadits Rasulullah SAW yang sebelumnya disebutkan. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Abu Sa'id.Abu Hurairah RA juga meriwayatkan tentang kebiasaan Rasulullah SAW beriktikaf pada 10 malam terakhir Ramadan. Dia berkata,"Rasulullah SAW selalu iktikaf setiap bulan Ramadan selama 10 hari. Tapi pada tahun di mana beliau wafat, beliau iktikaf selama 20 hari." (HR Bukhari).Selain itu, Sayyid Sabiq dalam Fiqh As-Sunnah yang diterjemahkan Khairul Amru Harahap mengatakan iktikaf bisa dikerjakan kapan saja dan tidak terbatas pada bulan Ramadan. Sebab, Nabi Muhammad SAW rutin iktikaf pada 10 hari terakhir Ramadan.

Dalam sebuah riwayat dari Aisyah RA dikatakan Rasulullah SAW melaksanakan sholat Maghrib sebelum masuk ke tempat iktikaf. Mengacu pada hadits tersebut, maka muslim bisa memulai iktikaf setelah sholat Maghrib.Waktu sholat Maghrib di berbagai wilayah berbeda, jadwal sholat Maghrib wilayah DKI Jakarta selama bulan Maret 2026 sekitar pukul 18.07 WIB hingga 18.18 WIB. Dengan demikian, iktikaf dapat dimulai sekitar pukul 18.30 WIB.Turut dijelaskan dalam buku 125 Masalah Puasa oleh Muhammad Anis Sumaji, iktikaf boleh dimulai pada 20 Ramadan setelah sholat Subuh. Boleh juga 21 Ramadan setelah terbenamnya matahari atau usai sholat Maghrib.

Perlu dipahami, tidak ada acuan pasti terkait jam berapa sebaiknya muslim memulai iktikaf. Sebab, jumhur ulama menyebut tak ada batasan waktu dalam beriktikaf. Jadi, iktikaf boleh dilakukan kapan saja, baik malam, pagi, siang, maupun sore.
Menurut buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadan karya Abu Maryam Kautsar Amru, jika seorang pekerja tidak mampu beriktikaf di siang hari, dia bisa datang pada malam hari. Lebih baik lagi jika seseorang mampu beriktikaf semalam penuh di masjid.

Iktikaf boleh dilakukan 24 jam penuh di masjid, tetapi melakukannya dalam beberapa waktu saja juga tidak dilarang.Sebagian ulama berpendapat adanya batasan minimal waktu iktikaf, tetapi ada juga yang tidak membatasi selama orang itu telah menetap di masjid dan sudah berniat iktikaf.Mazhab yang menganjurkan iktikaf minimal 24 jam di masjid adalah Malikiyah. Sementara itu, mazhab Hanafi berpendapat iktikaf bisa dikerjakan beberapa waktu saja tanpa ada batasan lama.Pendapat paling shahih di kalangan ulama mazhab Syafi'i menyatakan waktu minimal iktikaf adalah lebih panjang dari waktu tuma'ninah dalam rukuk dan sejenisnya. Lalu, sebagian mazhab Syafi'i, Abu Hanifah dan sebagian mazhab Hanbali berpandangan iktikaf minimal dilakukan satu hari.(Net/Hen)


Berita Lainnya...

Tulis Komentar